Analisa Perbedaan Struktur Kognisi Manusia dan Arsitektur Komputer

Leave a comment

Struktur adalah bagaimana bagian-bagian dari sesuatu berhubungan satu dengan lain atau bagaimana sesuatu tersebut disatukan. Struktur adalah sifat fundamental bagi setiap sistem. Identifikasi suatu struktur adalah suatu tugas subjektif, karena tergantung pada asumsi kriteria bagi pengenalan bagian-bagiannya dan hubungan mereka. Karenanya, identifikasi kognitif suatu struktur berorientasi tujuan dan tergantung pada pengetahuan yang ada. Menurut Prof. Benny H. Hoed, struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan.
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku atau tindakan mereka terhadap sesuatu.
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Arsitektur mencakup, merancang, dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Struktur kognisi terdiri dari 2 kata, yaitu struktur dan kognisi. Menurut Piaget, struktur disebut juga scheme (skemata/Schemas). Struktur & organisasi terdapat di lingkungan, tapi pikiran manusia lebih dari meniru struktur realita eksternal secara pasif. Interaksi pikiran manusia dengan dunia luar, mencocokkan dunia ke dalam “mental framework”-nya sendiri.
Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan untuk struktur kognisi arsitektur computer adalah suatu unsur yang saling melengkapi, tetapi tidak sekompleks struktur kognisi dari manusia, karena struktur kognisi arsitektur terdiri hanya dari perangkat keras yang didesain seperti CPU, RAM, Memori, Procesor.
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).
Dapat disimpulkan perbedaan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer adalah struktur kognitif manusia itu proses berpikir yang terjadi pada diri manusia, sehingga memiliki kontrol terhadap proses berpikirnya sendiri. Sedangkan arsitektur komputer yang menciptakan adalah manusia, manusia yang membuat program, manusia yang membuat pola dari sistem komputer itu, sehingga yang memiliki peran utama dari semuanya adalah manusia itu sendiri, dan jika disatukan, maka akan menimbulkan suatu hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan bagi manusia.
Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
Kelebihan :
1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
Kekurangan :
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka

Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur computer, yaitu :
Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4. Menggunakan teknologi time sharring
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
Kekurangan:
1. Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya
2. Harganya sangat mahal
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
4. Kerjanya sangat lama
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar

Sumber :
http://id.wikipedia.org
aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/11.-imk[2].doc
http://tips-indonesia.com/tes-psikologi-minat-bakat-potensi-multiple-intellegences-iq-eq-sq.

TUGAS SOAL

Leave a comment

1. Jelaskan sejarah internet ?

Jawaban :

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

[sunting] Daftar kejadian penting

Tahun Kejadian
1957 Uni Soviet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.
1958 Sebagai buntut dari “kekalahan” Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.
1962 J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.
Awal 1960-an Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.
Pertengahan 1960-an ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan “Cooperative Networking of Time-sharing Computers“, dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.
1965 Istilah “Hypertext” dikeluarkan oleh Ted Nelson.
1968 Jaringan Tymnet dibuat.
1971 Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.
1972 Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai “Bapak Internet
19721974 Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.
1973 ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
1974 Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel “A Protocol for Packet Network Interconnection“.
1974 Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.
1977 Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.
1978 Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).
1979 Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Awal 1980-an Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It’s Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
1982 Istilah “Internet” pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.
1986 Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

[sunting] Kejadian penting lainnya

Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon “@” juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet

 

3. Komponen apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi internet ?

Jawaban :

  • PC dengan prosesor Pentium III atau Celeron
  • Memori 256 MB
  • Partisi hard disk dengan ruang yang cukup untuk komponen yang diinstal (Sekitar 1 GB). Semakin banyak komponen, semakin banyak komponen yang diinstal, semakin banyak ruang yang dibutuhkan.
  • Monitor SVGA
  • CD-ROM atau DVD-ROM drive
  • Floppy Disk Drive 3,5-inch
  • VGA dengan memori 8 MB
  • Sound card, Speaker atau headphone (Optional)
  • Modem Internal/External 56.6-KBps
  • PC dengan prosesor Pentium 233 MHz
  • Memori 128 MB
  • Kapasitas Hardisk yang masih tersedia 200 MB
  • Floppy Disk Drive 3,5-inchi
  • CD-ROM atau DVD-ROM drive
  • Sound card, Speaker atau headphone (tambahan)
  • Keyboard dan Mouse
  • Monitor SVGA
  • Modem Internal/External 56.6-KBps
  • PC dengan prosesor Pentium III atau Celeron
  • Memori 128 MB
  • Kapasitas Hardisk 1 GB
  • Monitor SVGA
  • CD-ROM atau DVD-ROM drive
  • Floppy Disk Drive 3,5-inch
  • VGA dengan memori 8 MB
  • Sound card, Speaker atau headphone (Pilihan)
  • Modem Internal/External 56.6-KBps
  • PC dengan prosesor Pentium III, Celeron, AMD K6/Athlon/Duron family atau prosessor lain yang sekelas
  • Memory 128 MB
  • Kapasitas Hardisk 2 GB
  • Monitor SVGA
  • CD-ROM atau DVD-ROM drive
  • Floppy Disk Drive 3,5-inch
  • VGA dengan memori 8 MB
  • Sound card, Speaker atau headphone (Pilihan)
  • Modem Internal/External 56.6-KBps
  • PC dengan prosesor Pentium 233 MHz
  • Memori 64 MB
  • Kapasitas Hardisk 1 GB
  • Floppy Disk Drive 3,5-inchi.
  • Monitor SVGA
  • CD-ROM atau DVD-ROM drive
  • Sound card, Speaker atau headphones (Tambahan)
  • Keyboard dan Mouse
  • Modem Internal/External 56.6-KBps
  • PC dengan prosesor Pentium 166 MHz
  • Memori 32 MB
  • Kapasitas Hardisk 1 GB
  • Floppy Disk Drive 3,5-inchi
  • Monitor VGA
  • Mouse dan Keyboard
  • Modem Internal/External 56,6 kbps atau lebih tinggi
  • Internet Explorer versi 4.0 atau Netscape Communicator versi 4.7

sumber : http://cilodonk32.wordpress.com

 

Dampak Psikologis Negatif Pornografi di Internet pada Remaja

Leave a comment

Apa yang harus orangtua lakukan ketika mereka menemukan bahwa remaja atau praremaja telah melihat situs pornografi online? Dan apa artinya?

Berdasarkan survei terhadap korban online dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi, hanya sebagian kecil anak-anak mencari pornografi di tujuan, dan sebagian besar jawaban yang benar dengan cepat meninggalkan situs tersebut, meskipun beberapa laporan insiden tersebut kepada orang tua (Wolak et al., 2006). Paparan terhadap konten seksual eksplisit online dapat terjadi dengan sangat mudah melalui pencarian Google salah arah menggunakan kata tidak bersalah seperti “mainan,” kata salah eja atau URL, website menyesatkan atau email, atau link atau foto dikirim oleh rekan atau melalui spam ( Wolak et al, 2007).

Ketika mengevaluasi apa artinya bahwa anak Anda melihat materi seksual yang eksplisit, sebelum bereaksi atau mengambil kesimpulan, langkah pertama adalah untuk menilai situasi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan apakah ada masalah. Apakah ini suatu masalah yang sedang berlangsung? Berapa kali ini terjadi? Apakah ini tampaknya menjadi kebiasaan? Apakah ada perubahan lain dalam perilaku, suasana hati atau tidur ? Apakah anak Anda mengisolasi dirinya sendiri?

Cari tahu bagaimana anak Anda telah menemukan situs-situs tersebut. Apakah ada orang lain di rumah sering situs atau menderita kecanduan seksual tersembunyi? Ketika orang lain di rumah dengan akses ke komputer-memiliki kecanduan seks tersembunyi, anak-anak yang terkena bahan tersebut dengan atau tanpa sepengetahuan orang tua, memberikan anak lebih banyak kesempatan dan godaan untuk menjelajahi website seperti diri mereka sendiri.

Apakah situs anak akan dan apa yang dia lihat? Sebagai contoh, arti dan pengaruh mendongak kata “seks” pada “ehow.com” (sebuah situs web yang merupakan ensiklopedia “” macam tentang cara untuk melakukan sesuatu) berbeda dari menonton video porno online. Anak-anak dapat mencari, atau melihat, situs di luar pertama rasa ingin tahu setelah stumbled atas mereka – atau untuk mengetahui tentang seks. Ketika motivasi keingintahuan, diagnosis hanya bisa “remaja” atau “menjelang remaja”, dampak yang jinak, dan prognosis yang baik.

Namun, melihat pornografi, terutama dengan cara yang berkelanjutan, dapat memiliki efek berpotensi merugikan pada anak-anak, dan mungkin didorong atau diabadikan oleh kesepian, isolasi dan paksaan.

Apa saja efek negatif potensi melihat pornografi online?

Dengan tidak adanya konteks apapun, dan tanpa harus belajar tentang atau dikenal seksualitas sehat, anak mungkin mengalami gambaran tentang seks sebagai membingungkan dan mengambil gambar yang mereka lihat menjadi model mewakili perilaku orang dewasa. Mereka demikian diperkenalkan kepada seks sebelum mereka siap melalui gambar mereka tidak mengerti, yang sering melibatkan kelainan seks, dan seks terlepas dari hubungan atau makna, tanggung jawab, dan keintiman.

Anak-anak paling berisiko ketika mereka berulang kali terpapar gambar yang overstimulating dan berpotensi adiktif. Jika dilihat kompulsif dan disertai dengan pelepasan seksual melalui masturbasi, pornografi Internet dapat memiliki efek desensitizing, membutuhkan intensitas yang lebih besar dan frekuensi serta menyebabkan seksualitas menyimpang tampak seperti norma.

fungsi kecanduan situs porno di cara yang mirip dengan apapun kecanduan lainnya, yang mengarah ke siklus keasyikan, paksaan, bertindak keluar, isolasi, penyerapan diri, malu dan depresi serta pandangan yang menyimpang dari hubungan yang nyata dan keintiman. Namun, tidak semua orang terkena pornografi menjadi kecanduan.

Remaja yang paling rentan terhadap kecanduan adalah mereka yang tidak bisa mengandalkan orang tua untuk menyediakan sumber yang konsisten dari kontak dan kenyamanan untuk membantu mereka mengatur keadaan emosional mereka. keluarga tersebut meliputi, tapi tidak terbatas pada, yang mana orang tua dapat menderita kecanduan – termasuk alkohol – atau gagal untuk secara emosional tersedia untuk alasan lain. Anak-anak dari keluarga yang rentan – mereka sering tidak rendah diri dan merasa sendirian. Mereka belajar untuk tidak mempercayai atau bergantung pada orang lain dan mencari cara untuk menghibur dan merangsang diri mereka sendiri yang tidak melibatkan orang-orang yang terpercaya dan tersedia untuk mereka dan berada dalam kendali mereka.

Remaja lain yang terkena bahaya online adalah ajakan seksual yang tidak diinginkan. Remaja yang paling rentan dari setiap kelompok umur sedemikian seksual yang tidak diinginkan (Wolak et al., 2006). Satu dalam 7 remaja dilaporkan telah mengalami provokasi yang tidak diinginkan – yang sebagian besar terlibat undangan untuk bertemu offline, meminta remaja untuk berbicara tentang seks atau menjawab pertanyaan seksual, atau meminta remaja untuk foto seksual eksplisit (Wolak et al., 2006).

Sebuah bahaya terkait untuk remaja online melibatkan “sexting” – mengirimkan foto eksplisit secara seksual biasanya melalui telepon seluler atau kadang-kadang melalui Internet. Sexting ini paling sering terlibat dalam oleh remaja dengan teman-temannya dan biasanya melibatkan tekanan teman sebaya. Sexting sering menciptakan harapan “hooking up” (seks) pada bagian penerima, dan meningkatkan tekanan untuk melakukan seks, dan kemungkinan hal itu terjadi, selama pertemuan berikutnya. Sexting berisiko dengan cara ini dan, juga, karena sering menyebabkan bencana reputasi tak terduga yang mungkin tidak dapat diperbaiki. Hal ini sering dimulai dengan foto yang dikirimkan ke pacar atau pacar potensial, yang kemudian – tanpa sepengetahuan pengirim – yang lulus sekitar dan diteruskan ke teman-teman penerima dan “kontak,” seperti surat berantai penyebaran lepas kendali. Selain itu, foto-foto ini bisa muncul lagi di kemudian hari dan digunakan untuk pemerasan atau untuk melampiaskan malapetaka di karir seseorang.

Cara untuk melindungi remaja dari bahaya situs pornografi adalah menyadari apa yang terjadi dengan mereka, dan dalam keluarga Anda, dan membuatnya aman bagi mereka untuk berbicara dengan Anda. Mengetahui bahwa anak Anda telah dilihat pornografi internet bukan alasan untuk panik . Sebagian besar anak dan remaja tidak menderita kecanduan seks. Dan ketika mereka melakukannya, masalah ini biasanya masalah-masalah rahasia atau disembunyikan sekunder lainnya dalam keluarga yang mempengaruhi mereka, yang harus menjadi fokus pengobatan bersama dengan gejala remaja itu.

Untuk menjaga remaja dari bahaya situs pornografi, kuncinya adalah menjadi sekutu mereka dan membantu mereka bekerja sama dengan Anda dalam ingin aman. Jika Anda tidak berada pada sisi yang sama, anak remaja Anda akan menemukan cara untuk mengakali atau bekerja di sekitar bahkan teknologi yang terbaik dan dipikirkan baik-aturan. Ingat – hubungan yang Anda miliki dengan anak Anda dan persepsi tentang Anda sebagai dapat dipercaya dan masuk akal adalah faktor yang paling protektif terhadap semua bahaya yang dihadapi oleh remaja saat ini.

sumber : http://ilhamdewantoro.wordpress.com/2010/09/28/dampak-psikologis-negatif-pornografi-di-internet-pada-remaja/

Efek Psikologis Facebook bagi Kesehatan Mental

Leave a comment


Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang
bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.

Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari komputernya.

Si pengguna akhirnya tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian
menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Pertemuan secara face-to-face memiliki pengaruh pada tubuh yang tidak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oxytocin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respons terhadap stres, beraksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.

Menurutnya, media elektronik juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. “Salah satu perubahan yang paling sering dilontarkan dalam kebiasaan sehari-hari penduduk Inggris adalah pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari. Kurang dari dua dekade, jumlah orang yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting menjadi berlipat.”

Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, Anda dapat mengalami cidera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer. Jika pada malam hari Anda masih sibuk mengomentari
status teman Anda, Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

Tidak heran jika Dr Sigman mengkhawatirkan arah dari masalah ini. “Situs jejaring sosial seharusnya dapat menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah,” tegasnya.

Namun, bila aktivitas Facebook Anda masih sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out, tampaknya Anda tak perlu khawatir bakal terkena risiko kanker, stroke, bahkan menderita pikun.

TV dan Komputer Ganggu Psikologis Anak

Leave a comment

Ini adalah peringatan bagi para orangtua yang terlalu bebas dan longgar memberi waktu kepada anak-anak menonton televisi atau bermain komputer. Jangan membiarkan anak-anak terlalu  lama di depan layar karena kebiasaan ini dapat menimbulkan risiko lebih besar bagi kejiwaan anak-anak.
Menurut sebuah riset di Inggris, kebiasaan anak ‘nongkrong’ di depan TV atau main komputer lebih dari dua jam sehari akan menimbulkan efek negatif pada kesehatan psikologis mereka.
Hasil kajian para ahli dari Universitas Bristol terhadap sekitar 1.000 anak berumur 10 hingga 11 tahun menunjukkan, efek buruk tersebut muncul tanpa dipengaruhi seberapa aktif anak-anak tersebut bermain selama seharian.
Dalam riset tersebut, selama lebih dari tujuh hari anak-anak dipantau intensitas waktu yang mereka habiskan sehari-hari di depan televisi atau komputer.  Dengan metode kuisioner, anak-anak juga harus menjawab pertanyaan yang menjelaskan keadaan jiwa mereka, termasuk emosi, tingkah laku, dan masalah  lain yang berkaitan. Para peneliti juga menggunakan pengukur tingkah laku (accelerometer) yang memantau aktivitas fisik mereka.
Hasil kajian menunjukkan, anak yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam sehari  untuk salah satu kegiatan tersebut cenderung mengalami problem psikologis sekitar 60 persen lebih tinggi dibanding mereka yang menghabiskan waktu yang lebih sedikit. Selisih itu menjadi dua kali lipat bila anak-anak melakukan kedua-duanya (menonton TV dan main komputer) dan menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk masing-masing layar tersebut selama sehari.
Menurut peneliti, hasil riset ini tidak dipengaruhi jenis kelamin, umur, tingkat pubertas, atau tingkat pendidikan dan kemampuan ekonomi.
“Kami menyadari, aktivitas fisik dibutuhkan untuk kesehatan jiwa dan fisik anak. Ada beberapa bukti bahwa menonton layar itu mengakibatkan perilaku negatif. Namun masih belum jelas apakah tingkat aktivitas fisik dapat “menetralisir” tingginya intensitas menonton layar itu bagi anak,” ujar Dr. Angie Page.
Riset juga menemukan, problem psikologis terus meningkat jika anak-anak kehilangan waktu untuk berolahraga secara teratur minimal satu jam sehari akibat meningkatnya intensitas tontonan/permainan komputer. Bagaimanapun, aktivitas fisik tidak dapat mengimbangi konsekuensi  kejiwaan dari waktu untuk menonton TV atau main komputer.
Namun begitu, Page dan timnya mengakui kalau penelitiannya juga memiliki beberapa keterbatasan , termasuk potensi ketidak-akuratan seorang anak saat mengisi jadwal kegiatan pada kuisioner.

Facebook Munculkan Efek Negatif bagi Kesehatan dan Perilaku

Leave a comment

TAK ada yang menyangkal bahwa Facebook telah menjadi ruang bagi interaksi sosial, terutama untuk para generasi muda. Saat ini mulai bermunculan penelitian psikologi yang mendalam mengenai dampak negatif dan positifnya, ” ucap Larry D. Rosen, PhD, profesor di bidang psikologi dari California State University, Dominguez Hillz, seperti dikutip Science Daily, Senin (8/8/2011).

Namun, beberapa efek negatif diduga muncul pada remaja yang sering mengakses Facebook, antara lain munculnya kecenderungan pribadi narsistik, sedangkan bagi kaum dewasa muda akan timbul lebih banyak gejala berbagai kelainan psikologis, seperti perilakuantisosial, mania, serta kecenderungan perilaku agresif.

Sebenarnya, penggunaan media ini secara harian juga memberi efek negatif bagi kesehatan anak maupun remaja, karena membuat mereka menjadi lebih mudah terserang kecemasan dan depresi, dan akhirnya membuat mereka lebih mudah terserang masalah kesehatan.

Tidak hanya itu, Facebook juga diduga dapat berpengaruh negatif untuk prestasi akademik, karena dianggap sebagai pemecah konsentrasi. Penelitian mengungkapkan bahwa siswa SMP, SMA, hingga perguruan tinggi yang mengecekFacebook setidaknya sekali setiap lima belas menit pada waktu belajar, akan mendapat nilai yang lebih rendah.

Meski begitu, Rosen juga menyebutkan dampak positif Facebook, yakni menumbuhkan ‘empati virtual’ bagi para pengguna muda, selain itu dapat menolong remaja introvert untuk belajar bersosialisasi dengan bantuan teknologi.Facebook juga dinilai dapat menjadi sarana baru pengajaran, karena dapat menggaet para pelajar muda.

Bagi orang tua, Rosen berpesan bahwa tak ada gunanya memata-matai kegiatan anaknya di balik monitor, seperti memasang program pengawas, karena anak-anak tersebut dapat segera mengambil jalan keluar untuk lolos dari perangkat tersebut.

“Anda harus mulai berdiskusi mengenai teknologi apa yang patut mereka gunakan sejak dini dan juga membangun kepercayaannya. Jadi, saat mereka dijadikan sasaran bully atau melihat gambar tak senonoh, mereka akan segera membicarakannya pada Anda,” jelasnya.

Karenanya, ia menyarankan agar orang tua membangun komunikasi dengan anak-anaknya, terutama mendengarkan anak-anaknya, daripada hanya berbicara kepada mereka. “Perbandingannya adalah satu banding lima. Orang tua seharusnya berbicara selama satu menit dan mendengarkan dalam lima menit,” tuturnya.

sumber : http://monitorindonesia.com/?p=43113

Efek Negatif Komputer terhadap kesehatan

Leave a comment

Komputer sudah menjadi kebutuhan setiap orang baik untuk sarana penunjang kelancaran pekerjaan, bisnis, atau just for fun. Pemilik komputer terus bertambah dari hari ke hari. Ditambah lagi dengan semakin mudahnya akses internet dan berbagai keuntungan serta kesenangan yang diperoleh dari komputer, membuat orang menjadi betah berlama lama berada di depan komputer. Tetapi sadarkah anda bahwa komputer memiliki efek negatif terhadap kesehatan anda???
Secara luas, memang dikenal beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pemakaian komputer, antara lain Repetitive Stress/Strain Injury (RSI), Kelelahan Mata dan Sakit Kepala, Sakit Punggung dan Leher, dan Medan Elektromagnetik. Lebih lanjut mengenai Repetitive Stress/Strain Injury (RSI) sendiri adalah sakit pada pergelangan tangan, lengan, tangan dan leher karena otot-ototnya harus bekerja cepat dan berulang.

Hal ini dapat menjadi semakin parah jika sang pemakai komputer tidak memperhatikan faktor ergonomic pemakaian komputer dalam jangka waktu lama. Faktor ergonomic sendiri sangat perlu diperhatikan untuk memperoleh kenyamanan dan posisi ideal yang sehat bagi tubuh selama pemakaian komputer.

Efek Negatif Komputer terhadap kesehatan lainnya adalah kelelahan mata dan sakit kepala. Sebenarnya ini merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan para pemakai komputer, Computer Vision Sindrome (CVS) sendiri merupakan kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah penglihatan lainnya.

Salah satu kasus gangguan kesehatan dalam penggunaan laptop dialami oleh Danielle Weatherbee (29 tahun) dari Seattle, seperti yang ditulis dalam buku Using Information Technology. Karena kebiasaannya sehari-hari yang mempergunakan laptop di mana pun berada, ia kemudian mengalami gangguan tulang belakang. Setelah diperiksa, dokter mendapati tulang belakangnya sudah seperti seorang berusia 50 tahun. Inilah salah satu akibat dari dikorbankannya nilai ergonomic sebuah barang, dalam hal ini laptop.

Masalah lainnya adalah masalah medan elektromantik (EMF), sebenarnya telah marak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak pihak yang mengkhawatirkan dampak medan magnetic yang terdapat pada berbagai jenis peralatan elektronik, termasuk komputer, terhadap para pemakainya. Mulai dari ketakutan akan gangguan kelahiran yang menyebabkan bayi lahir cacat hingga gangguan yang menyebabkan kanker, pernah menjadi isu seputar dampak medan magnetic.

Akan tetapi hingga saat ini belum ada yang tahu pasti mengenai kebenaran dugaan tersebut. Namun begitu, di negara-negara maju seperti Inggris, pemerintahnya telah menganjurkan agar anak-anak di bawah umur mengurangi pemakaian barang-barang yang bermedan elektronik, termasuk komputer bagi anak. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Federal Communication Commission (FCC) sebenarnya telah membuat pengukuran khusus yang disebut Specifik Absorption Rate (SAR). SAR sendiri berfungsi untuk menyediakan data tingkat radiasi dari tiap type ponsel yang ada.

Older Entries